Hubungan Moral dan Agama Menurut Para Ahli

Halo sahabat Pendidikan? Kali ini pendidikanmahir.com akan berbagi referensi, apa itu moral? apa itu agama? serta bagaimana sih hubungannya moral dan agama? Langsung saja kita uraikan di bawah ini.

Moral adalah

Di kalangan masyarakat las terdapat berbagai pendapat tentang hubungan moral dan agama. Banyaknya pendapat tersebut, menjadikan sering adanya salah paham jika ada dua pihak atau lebih bersama-sama berbicara tentang moral, namun dengan persepsi yang berbeda. Maka siapapun sebenarnya yang hendak memperjelas apa itu sebenarnya moral dan apa itu agama, maka hendaknya juga memperjelas bagaimana sebenarnya hubungan antara moral dan agama?

Agar tidak terjadi kesalahan dalam mendidik baik dalam lingkungan sekolah dasar maupun perguruan tinggi, seorang pendidik hendaknya mengetahui bagaimana hubungan antara moral dan agama. Karena kedua hal ini melekat dalam diri pendidik sebagai teladan bagi peserta didiknya.
Brian Hill (1991) dari Australia mencoba mengumpulkan berbagai pendapat masayarakat tentang hubungan moral dan agama. Dari hasil penelitiannya, Hill menyimpulkan bahwa ada berbagai variasi tentang hubungan moral dan agama, yakni sebagai berikut.

  1. Ada yang mengatakan agama dan moralitas sebagai dua hal yang terpisah. Maksudnya adalah di kalangan pendukung animisme-dinamisme dan politeisme maka moralitas dan agama merupakan dua hal yang terpisah. Tingkah laku, pebruatan, dan segala sepak terjang manusia dikaitkan dengan segala kebiasaan hidup (moralitas) yang berkembang dalam masyarakat. Sementara itu "Agama" adalah patokan bagaimana manusia berelasi dengan "yang transenden" atau yang "abstrak" entah itu dewa-dewi atau kekuatan gaib lainnya.
  2. Ada yang menyatakan agama dan moralitas itu sama. Maksudnya adalah Dalam ajaran Taoisme ditandaskan bahwa agama terletak dalam domain moralitas yang memberi acuan bertingkah laku bagi para pengikutnya, sebaliknya moralitas merupakan inti ajaran agama. Apa yang menjadi ketentuan agama dalam bertingkah laku menjadi ketentuan moralitas masyarakat. Oleh sebab itu, agama dan moralitas merupakan dua hal yang sama, tak terpisahkan satu sama lain.
  3. Agama atau moralitas? Maksudnya adalah di kalangan orang-orang humanis sekuler agama atau moralitas merupakan pilihan bebas manusia. Setiap orang bebas memilih agama atau moralitas sebagai acuan dalam bertingkah laku. Manakala moralitas sudah berjalan baik di masyarakat maka agama tidak diperlukan. Sebaliknya manakala moralitas tidak berfungsi maka agama memegang peranan menentukan tingkah laku masyarakat. Tetapi tidak dapat kedua hal itu bersama-sama menjadi acuan bertingkah laku. Hal ini sedikit radikal dari pandangan masayarakat umum di Indonesia.
  4. Ada yang mengatakan moralitas adalah baian dari agama. Maksudnya adalah di kalangan pendukung agama-agama samawi (islam, kritesn, dan yudaisme) maka agama merupakan sumber utama dari moralitas manusia.
  5. Ada yang mengatakan agama adalah bagian dari moralitas. Maksudnya adalah ada prinsip-prinsip universala moralitas yang dijabarkan menjadi ajaran agama, yang kadang kala rincian ajaran agama begitu detail sehingga terlepas dari moralitas dasarnya.
Kelima pendapat di atas memiliki alasan-alasan yang kuat sehingga menimbulkan pemaknaan yang berbeda. Kajian ini memberika kesempatan kepada sahabat pendidik untuk memikirkan lebih jauh dukungan kira lebih dominan ke pendapat yang mana.

Referensi ini dikutip dari Buku yang berjudul Pembelajaran Nilai-Karakter : Konstruktivisme dan VCT sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif oleh Sutarjo Adisusilo, J.R. Tahun 2013, Penerbit: PT. Rajagrafindo Persada.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tokoh-tokoh Pendidikan Indonesia

Tutur-tutur Lokal mengenai Pendidikan